|

Lima Plus Satu Jadi Prioritas Pembangunan Sumut

Gubsu Bobby Afif Nasution menyampaikan program prioritas pembangunan Provinsi Sumut selama lima tahun ke depan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sumut, kawasan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (03/03/2025). Foto Ist
Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan, lima plus satu merupakan program prioritas pembangunan, selama memimpin Provinsi Sumut, bersama Wakil Gubernur Surya hingga lima tahun kedepan. 

Dikemukakannya, Lima program dimaksud yakni kesehatan, infrastruktur, ekonomi dan UMKM, pangan, serta pendidikan dan sumber daya manusia (SDM). Sedangkan plusnya, merupakan program khusus di setiap daerah.
“Program pembangunan di Sumut perlu diperkuat untuk menyempurnakan pelaksanaan Asta Cita sebagai pedoman pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045,” papar Bobby Nasution pada Rapat Paripurna DPRD Sumut dalam rangka Penyampaian Pidato Sambutan Gubernur Sumut Masa Jabatan 2025-2030 yang dipimpin Ketua DPRD Sumut, Erni Aryanti, di Ruang Rapat DPRD Sumut kawasan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (03/03/2025).
Menurutnya, dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,  SDM menjadi komponen utama yang harus diperhatikan. Bonus demografi menjadi salah satu poin untuk mencapai Indonesia Emas. 
“SDM yang baik harus dipersiapkan, mulai dari berkeluarga sampai berada di kandungan ibunya,” ujar Bobby.
Begitu juga aspek kesehatan, lanjutnya, merupakan salah satu program prioritas yang sangat penting. Apalagi, beragam hambatan masih menghadang, seperti rendahnya harapan hidup, tingginya prevalansi stunting, maraknya penyakit menular, dan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat yang perlu terus ditingkatkan. Hal tersebut menjadi tantangan yang perlu mendapat penanganan khusus.
“Saat ini, dari 33 kabupaten/kota, baru 11 kabupaten/kota yang tercover UHC (Universal Health Coverage, red). Insya Allah, dalam waktu 2 tahun ke depan kami memastikan seluruh wilayah di Sumut harus terlayani UHC,” sebutnya.
Dalam hal infrastruktur, Bobby mengakui pembangunannya belum merata. Rendahnya kualitas infrastruktur menyebabkan terhambatnya distribusi pangan dan pembangunan. Pihaknya bertekat, Pemprov Sumut bukan hanya ingin menyediakan infrastruktur jalan dan jembatan, tapi juga irigasi, sekolah, rumah sakit, penyediaan listrik, rumah layak huni, sanitasi dan air bersih. Selain itu, memastikan kontinuitas di daerah terpencil.
“Dengan demikian transportasi dan distribusi barang dapat dirasakan masyarakat termasuk di daerah pedesaan,” ucapnya.
Di sektor ekonomi, Bobby menyatakan, tentunya harus berbanding lurus dengan kondisi infrastruktur dan tercermin pertumbuhan industri pengolahan dan pemberdayaan UMKM.
“Kami menginginkan para pelaku UMKM bisa terlibat langsung, ikut serta membangun Sumatera Utara,  berkolaborasi dengan korporasi di daerah ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, untuk memperkuat stabilitas makro dan menjadikan Sumut sebagai pusat bio industri dan pariwisata global, diperlukan langkah strategis terpadu seperti hilirisasi industri, inovasi teknologi, pemanfaatan energi terbarukan, dan penerapan ekonomi hijau dan pemanfaatan digitalisasi.
“Pemerataan ekonomi juga didorong oleh pemberdayaan koperasi melalui akses pembiayaan melalui BUMDES dan ekonomi desa,” urainya.
Program prioritas selanjutnya adalah pertanian. Swasembada pangan adalah salah satu target Presiden RI. Untuk itu, kata Bobby Nasution, Sumut harus bisa mengambil peran dari target tersebut, dengan menerapkan modernisasi pertanian, seperti memastikan peningkatakan produksi, dan penurunan HPP. Sehingga para petani sejahtera dan masyarakat bisa menikmati kebutuhan pangan asal Sumut sendiri.
Bobby Nasution melanjutkan, seperti diketahui bahwa sejumlah wilayah di Sumut pendidikannya belum begitu baik. Dirinya menyebutkan ada sekolah belum teraliri listrik, belum tersentuh digital dan internet.
“Dalam dua tahun kedepan, seluruh sekolah di Sumut layak dijadikan tempat pembelajaran. Ada listrik, internet, sehingga pendidikan berjalan dengan baik,” katanya.
Selain lima program prioritas tersebut, Bobby Nasution juga menyampaikan program plus sebagai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Dia menyampaikan, program tersebut khusus diterapkan berdasar basis di setiap daerah.
Ia mencontohkan, seperti dilakukan khusus di wilayah pariwisata, wilayah terluar seperti Nias. Seperti diketahui bahwa ada empat daerah tertinggal di Sumut. Bobby berharap daerah-daerah tertinggal tersebut minimal bisa berkurang dan maksimal tidak lagi menjadi daerah tertinggal.
“Kami percaya seluruh komponen Sumut bisa mendukung dan men-support program yang akan kami lakukan dan jalankan,” harapnya.
Turut hadir pada rapat paripurna tersebut unsur Forkopimda Sumut, instansi vertikal, anggota DPRD Sumut, seluruh pimpinan OPD Sumut, media, dan undangan. Fey

Komentar

Berita Terkini